Hai readers, setelah sekian lama aku balik lagi nih. Kali ini aku mau upload cerita pendek buatanku sendiri nih readers. judulnya My Dream, cerita ini udah aku upload di aplikasi membaca novel wattpad. My Dream sendiri menceritakan tentang tokoh utama bernama Dasha.
Sinopsis cerita:
Dasha hanyalah ingin satu hal di dunia ini, sesulit itukah keinginannnya untuk tercapai.
----
"mimpi? omong kosong macam apa itu."
----
Sedikit saja, hanya sedikit waktumu
MY DREAM
Manusia adalah makhluk sosial, mereka membutuhkan orang lain atau bisa dikatakan manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain, karena manusia diciptakan untuk bersama. Kita sebagai manusia bersama sama membangun peradaban, menciptakan hal yang awalnya mustahil.
Namun, bukan hanya hal itu, manusia juga membutuhkan orang lain untuk kesehatan psikisnya. Teman dan keluarga sudah menjadi kebutuhan pokok bagi seorang manusia. Tanpa cinta dari teman dan keluarga kita pasti akan menjadi seseorang yang paling tidak bahagia di dunia ini.
Seseorang pasti setidaknya memiliki ayah, ibu dan satu sahabat yang menemaninya di dunia yang tak terduga ini. Namun, kali ini kita akan menceritakan kehidupan seorang gadis yang tidak memiliki teman sedangkan ayah maupun ibunya telah dibutakan oleh sesuatu sehingga melupakan terdapat anaknya yang membutuhkan kasih sayang mereka.
Gadis ini bernama Dasha Putri Ardian.
Pagi di hari ini sangat cerah membuat semua orang yang baru saja terbangun dari mimpi mereka menjadi semangat menjalankan hari. Namun berbeda bagi Dasha, pagi ini adalah pagi yang sama tidak ada yang sepesial. Setelah bersiap siap, Dasha segera keluar kamar dan menuju garasi, saat melewati dapur dia melihat note dan sejumlah uang berada di atas meja makan.
'Mama dan ayah berangkat kerja dulu kamu sarapan di sekolah saja.'
Segera dia ambil uangnya dan berangkat sekolah. Sampai di kelas segera ia duduk di bangkunya, hanya sedikit anak yang berada di kelas, ya karena ini masih pukul setengah 7 pagi.
Dasha tidak duduk sendirian Ia memiliki teman sebangku bernama Nike. Nike adalah anak baik namun dikarenakan sifat pemalu Nike dan sifat pendiam dari Dasha membuat mereka berdua jarang berbicara. Tak terasa waktu telah berlalu dan jam mata pelajaran pertama telah dimulai seperti murid lainnya Dasha memperhatikan guru menerangkan materi.
Saat di perjalanan pulang Dasha melihat seorang kakek yang tampaknya membutuhkan bantuan. Kakek itu tampak sedang mendorong becaknya, namun dikarenakan jalannya yang naik menyebabkan butuh tenaga lebih untuk mendorong becak itu dan kakek itu tampak sangat kesulitan mendorong becak itu.
Melihat hal itu Dasha segera menepikan sepedanya dan membantu kakek itu mendorong becaknya. Setelah menepikan sepedanya dan memastikan bahwa sepedanya aman Dasha segera menghampiri kakek tersebut.
"Mari saya bantu." Dengan sekuat tenaga desa dan kakek tersebut mendorong Becak itu hingga sampai ke jalan yang tidak naik lagi.
"Terima kasih ya nak." ujar kakek tersebut.
"Kalau begitu saya saya tinggal ya kek, kakek tidak apa-apa kan?" Tanya Dasha memastikan bahwa kakek tersebut tidak membutuhkan bantuannya lagi.
"Oh ya silahkan Kakek tidak apa-apa kok nak sekali lagi terima kasih ya nak." jawab kakek tersebut.
"Baik kek sama-sama, duluan ya kek." Setelah itu Dasha segera kembali ke sepedanya dan melanjutkan perjalanan pulangnya.
----
Sesampainya di rumah tidak ada siapa-siapa di dalam sana. Segera Dasha menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap-siap, karena Dasha akan pergi keluar ke minimarket untuk membeli makanan.
Sesampainya di minimarket Dasha memutuskan untuk membeli mie instan, saat di kasir Dasha melihat di parkiran terdapat ayahnya yang turun dari mobil bersama seorang wanita yang bukan ibunya. Melihat hal itu Dasha segera membayar mie instan dan keluar menuju parkiran minimarket. Saat di luar minimarket dia mempercepat jalannya menuju ke ayahnya.
"AYAH." teriak Dasha. Ayah Dasha seketika menoleh ke sumber suara dan melihat Dasha menghampirinya.
"Apa yang ayah lakukan disini? Dan ini siapa?" tanya Dasha setelah berada di depan sang ayah.
"Dia teman ayah, kenalin nak ini tante Ratna, Ratna ini Dasha Anakku. Ayah sedang mengantar Tante Ratna untuk beli sesuatu nak." Ucap ayah Dasha.
Dasha yang mendengar itu tidak langsung percaya, Dasha pun menanyai Ayah nya lagi.
"Kemana mama, kenapa tidak bersama mama? Bukannya ayah satu kantor dengan mama, ayah tidak takut dikira yang tidak-tidak?" tanya Dasha kembali.
"Ibumu sedang bekerja, tidak A-ayah tidak takut, memangnya akan dikira apa?" jawab ayah Dasha sedikit gugup.
"Tidak bukan apa-apa, yaudah yah aku mau pulang dulu, bye yah, tante." Dasha segera pergi menuju motornya dan pulang.
----
Hari-hari Dasha berjalan seperti biasa, setiap pagi saat ia terbangun hanya ada note dan sejumlah uang, tanpa adanya sepasang suami istri yang menunggunya untuk sarapan bersama. Dan saat dia pulang hanya ada sebuah rumah yang menunggu penghuninya. Lalu sesaat sebelum dia tidur, orang tuanya pulang dari bekerja dalam keadaan lelah sehingga hanya menyapa Dasha, bahkan terkadang mereka terlalu lelah untuk sekedar menyapa Dasha.
Padahal di saat remaja seperti ini yang paling Dasha butuhkan adalah Orang Tua yang mau mendengarkan keluh kesahnya mengenai sekolah, pertemanannya, bahkan percintaannya, ditambah dengan Dasha yang tidak memiliki satu pun teman dekat yang bisa mengerti dirinya, membuatnya merasa sangat kesepian.
Namun, Dasha masih bersyukur karena orang tua nya masih lengkap, dan banyak anak sepertinya di luar sana yang hanya memiliki satu orang tua bahkan ada yang tidak memiliki sama sekali.
Sampai suatu malam, dimana mimpi buruknya mulai terjadi, ayah dan ibu Dasha bertengkar hebat, mereka saling memaki dan berteriak satu sama lain. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang memikirkan tentang perasaan seorang gadis yang menahan tangis di dalam kamarnya.
Dasha hanya menangis sambil mendengarkan teriakan dari ibunya yang menyebutkan bahwa ayahnya berselingkuh di belakang ibunya, dan ayahnya yang menyalahkan ibunya karena terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk ayahnya dan dirinya. Dasha tetap menangis sampai dia ketiduran dan terbangun di pagi harinya.
Segera Dasha keluar menuju dapur, untung saja hari ini hari minggu jadi Dasha bisa menghabiskan waktunya untuk menenangkan diri. Saat melewati pintu kaca terdapat ibunya yang duduk di gazebo di sana.
Dasha yang masih mengingat kejadian kemarin malam, akhirnya memutuskan menghampiri ibunya, tersebut. Ibunya yang menyadari kedatangan Dasha pun menoleh.
"Hai sudah bangun, kenapa? Lapar?" tanya Ibu Dasha.
"Engga ma, mama Dasha tidak apa-apa?" tanya Dasha khawatir.
"engga kok mama tidak apa-apa. Masa kamu tidak lapar sih, entar ya mama buatkan sarapan dulu, kamu mandi gih sana." Jawab Ibu Dasha.
Dasha yang mendengar hal itu menuruti ibunya, segera Dasha kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih badan. Setelah selesai ia keluar menuju ke dapur, di sana terdapat ibunya yang sedang memasak.
"Mama tidak kerja?" tanya Dasha. Karena biasanya meskipun hari libur, ayah maupun ibunya tidak berada di rumah.
"Tidak hari ini mama tidak ada acara jadi bisa menemani Dasha." Jawab ibunya. Dasha yang mendengar hal itu sedikit terkejut namun hanya membalas dengan mengangguk- anggukan kepalanya.
"Sarapannya siap. Nih makan ya." Ucap ibu Dasha.
Segera saja Dasha memakan sarapan yang dibuat oleh ibunya. Mungkin rasanya tidak se-enak masakan yang dijual di kantin sekolahnya atau mie instan yang biasanya dia makan namun, masakan ini memiliki rasa yang berbeda bukan karena rasanya namun karena ibunya yang membuatkannya khusus untuk dirinya.
Jika dia bisa ia ingin menghentikan waktu dan terus memakan masakan ibunya ini. Tak terasa suapan yang barusan adalah suapan terakhir.
"Wah enak." Ucap Dasha pelan. Saat Dasha menoleh ke ibunya dia melihat ibunya sedang melamun dengan tatapan sedih. Dasha yang melihat hal itu memiliki ide.
"Ma bagaimana jika kita pergi keluar. Ke mall atau ke mana gitu, belanja bulanan mungkin." Ajak Dasha.
"Boleh, ayo." setuju ibu Dasha.
"Yaudah aku siap-siap dulu ya ma." Ucap Dasha. Segera Dasha pergi ke kamarnya untuk siap siap.
----
Ibu dan Anak tersebut tampak sedang memilih bahan-bahan makanan yang akan dibelinya. Sesekali Dasha menaruh jajan kesukaannya ke dalam troli dan ibunya hanya memakluminya namun terkadang mengomeli Dasha karena terlalu berlebihan mengambil barang.
Setelah berbelanja mereka pergi ke mall dan berbelanja beberapa pakaian di sana. Namun, kebahagian itu tidak berlangsung lama, Dasha dan ibunya melihat ayah Dasha bersama wanita yang Dasha kenali sebagai tante Ratna teman sang ayah.
Mereka tampak sangat mesra, bahkan Dasha tidak ingat kapan terakhir kalinya orang tuanya seperti itu. Tampak ibu Dasha sangat marah dan menghampiri mereka berdua. Namun Dasha mencegahnya.
"Ma kita pulang aja ya, kita ada di tempat umum ma." Minta Dasha.
Ibu Dasha tampak menyadari hal itu, akhirnya mengajak Dasha pulang.
"Mama duluan aja, aku mau ke toilet sebentar." Ucap Dasha. Ibu Dasha pun pergi ke parkiran sendirian. Dasha berbohong dia tidak ingin pergi ke toilet, dia menuju ke ayahnya.
"Ayah, Dasha kecewa dengan ayah." Segera Dasha berbalik menuju ke parkiran.
---
Setelah kejadian di mall Dasha tidak pernah melihat ayahnya lagi dan ibunya nampak sangat sedih, namun ibunya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Suatu hari tanpa sengaja Dasha menemukan surat di meja Ruang tamu dari pengadilan. Itu adalah surat undangan sidang perceraian orang tuanya. Dasha yang melihat hal itu sangat terpuruk, keinginannya untuk memiliki keluarga yang normal akan kandas, dia tidak akan pernah lagi merasakan jalan-jalan dengan ayah dan ibu nya sebagai keluarga lengkap, bercanda dengan ayah dan berselisih dengan ibu.
Semua impiannya akan kandas. Dasha berada di dalam kamar seharian menangisi takdir keluarganya. Sang ibu yang melihat hal ini mencoba memberikan pengertian kepada Dasha, bahwa terkadang sesuatu yang menurut kita buruk adalah jalan yang terbaik, dan jika dipaksa maka hal ini akan menjadi lebih buruk lagi.
Pada hari yang telah ditentukan, sidang kedua orang tuanya dalam satu jam lagi akan di mulai, namun Dasha tampak sibuk menulis sesuatu.
Dasha menulis surat untuk kedua orang tuanya, karena dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya langsung. Setelah itu Dasha berangkat pergi untuk menghadiri persidangan kedua orang tuanya.
Dengan motornya dia pergi menuju pengadilan,entahlah untuk mendukung ibunya ataupun untuk menyadarkan dirinya dari mimpi omong kosongnya itu. Namun dia tampak tidak fokus dalam berkendara hingga di jalan yang tidak terdapat pembatasnya Dasha yang saat itu akan menyalip truk di depannya dia tidak menyadari terdapat sebuah truk yang melaju berlawanan, dan tabrakan pun tak bisa di hindari.
Dasha terpental cukup jauh dan..... Tamat.
I Just Want To Say The World is Better When I'm With You
LOVE FROM ME
Mungkin kalian tidak tahu hal ini karena aku tidak pernah mengeluh kepada kalian, tapi ayah mama aku ingin seperti keluarga lain. Aku ingin kalian memberikan waktu kalian sedikit kepada diriku, aku sangat ingin bercerita dengan kalian apa yang telah terjadi kepadaku saat di sekolah, hal-hal yang membuatku kesal saat berada di luar rumah, lalu kalian akan menasihatiku. Saat kecil ku pikir kalian akan memiliki waktu lebih untukku saat aku remaja dan aku bahkan pernah berfikir mungkin kalian akan memiliki waktu untukku saat aku dewasa dan bekerja untuk kalian, namun aku tersadar saat aku dewasa aku lah yang tidak akan punya waktu untuk kalian. Tapi aku tak menyerah, aku tetap percaya bahwa Tuhan akan mendengarkan doa ku, namun sepertinya sekarang semua itu tidak akan terkabulkan. Aku berharap keputusan dari kalian menjadi hal terbaik untuk kita semua.
Penuh Cinta Dasha
THE END
Gimana nih cerita pendek yang aku susun sendiri readers? Semoga suka ya, ku tunggu selalu komentar dari kalian.
Nah, rencananya sebentar lagi aku akan upload cerita lain, kali ini bukan cerita pendek ya. Aku akan upload cerita berjudul Sembagi Arutala. buat readers yang ingin membaca ceritanya bisa mengunjungi profil ku di aplikasi wattpad @shavirin. KLIK DISINI
Comments
Post a Comment